Apa Sih Offshore Drilling itu?

Offshore Drilling adalah kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi yang dilakukan di lepas pantai atau jauh dari daratan. Dalam kegiatan offshore, eksplorasi dan eksploitasi dilaksanakan dengan menggunakan Platform Lepas Pantai terpancang (JacketJack up dan lain-lain) maupun terapung (Spar, TLP, FPSO dan lain-lain).

Untuk mengetahui lebih jelas lagi mengenai offshore drilling simak videonya yaa.
Dan jangan lupa pantengin terus instagram HMGF biar ga ketinggalan informasi geofisiana berikutnya. read more

Pemanfaatan Metode Resistivitas dalam Pendugaan Air Tanah

Metode geolistrik adalah metode geofisika yang memanfaatkan sifat-sifat kelistrikan untuk menginterpretasikan permukaan bawah bumi. Metode geolistrik itu sendiri merupakan salah satu metode geofisika aktif. Dikatakan metode geofisika aktif karena prinsip utamanya yaitu menginjeksikan arus listrik yang berasal dari luar sistem ke dalam tanah. Tujuan utama dari metode geolistrik yaitu untuk mencari nilai resistivitas dari suatu batuan. Semakin tinggi nilai resistivitas maka batuan tersebut semakin sulit dialiri arus listrik, begitupun sebaliknya. Selain itu, dapat pula digunakan untuk mencari sifat kelistrikan lainnya seperti medan induksi dan potensial diri. Di dalam metode geolistrik ini dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: read more

Magnetotelurik dalam Studi Eksplorasi Panas Bumi di Indonesia

Metode elektromagnetik adalah metode geofisika yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik alamiah maupun buatan manusia untuk mengetahui sifat fisis (resistivitas) di bawah permukaan bumi. Pemanfataan metode elektromagnetik disesuaikan dengan sumber daya manusia dan sumber daya alam pada setiap negara. Metode ini dapat dimanfaatkan untuk eksplorasi sumber daya geologi (seperti panas bumi, minyak dan gas bumi, serta bahan tambang) maupun dimanfaatkan untuk penelitian kegempaan. Di Indonesia, metode elektromagnetik sering dimanfaatkan untuk eksplorasi panas bumi, mengingat sumber daya panas bumi yang ada di Indonesia masih sangat melimpah (lihat postingan sebelumnya mengenai “Potensi Melimpah dari Geothermal”). read more

Megathrust : Pahami, Bukan Takuti

Akhir-akhir ini ramai menjadi perbincangan mengenai tsunami setinggi 20 meter yang berpotensi menerjang pesisir selatan pulau Jawa. Potensi tsunami ini terjadi akibat adanya gempa yang terjadi pada zona subdusi di bagian selatan Pulau Jawa. Zona subduksi di sebelah selatan Indonesia ini terbentuk dari pertemuan tiga lempeng aktif yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Zona subduksi sendiri merupakan area bertemunya lempeng samudra yang tersusun atas batuan basal dengan densitas tinggi dan lempeng benua yang densitasnya lebih rendah. Kontak antara kedua lempeng merupakan sumber gempa dengan kekuatan yang besar atau seringkali disebut megathrust. [1] read more

Metode Gravitasi dalam Analisis Cekungan Hidrokarbon

Metode gravitasi merupakan salah satu metode geofisika yang cukup popular. Metode gravitasi termasuk kedalam metode geofisika pasif. Disebut pasif karena sumbernya berasal dari alam dan bukan buatan. Metode gravitasi ini didasarkan pada Hukum Gravitasi Newton yang mana dirumuskan ke dalam:

Keterangan:

F   = Gaya gravitasi antara dua titik massa yang ada (N)

G   = Konstanta Gravitasi Newton (6673 x 10-11 Nm2/kg2)

m1 = Massa benda pertama (Kg)

m2 = Massa benda kedua (Kg)

r    = Jarak antar benda pertama dengan kedua (m)

 

Metode gravitasi prinsip dasarnya yaitu memanfaatkan variasi nilai densitas yang terdistribusi kedalam setiap lapisan bumi. Setiap lapisan pasti tersusun atas batuan serta mineral yang berbeda-beda hal itu menyebabkan pula nilai densitasnya berbeda-beda dan hal tersebut dapat mempengaruhi variasi medan gravitasi bumi. Sehingga akan terjadi suatu anomali gravitasi. Parameter yang diukur dalam metode ini yaitu nilai percepatan gravitasi pada lokasi survey. Adanya anomali gravitasi menandakan bahwa terdapat perbedaan striuktur lapisan maupun jenis batuan dan mineralnya. Batuan yang memiliki nilai densitas yang rendah maka nilai porositasnya tinggi. Porositas juga berbanding lurus dengan permeabilitas. read more

Antara Metode Seismik dan Gunung Api

Indonesia berada pada zona Ring of Fire. Hal tersebut mengakibatkan Indonesia memiliki banyak gunung api berstatus aktif. Dari banyaknya gunung api tersebut tentu saja memiliki banyak keuntungan dan kerugian. Salah satu kerugiannya yakni tingginya risiko erupsi gunung berapi, untuk itu perlu adanya monitoring gunug api sebagai upaya mengurangi korban jiwa.

Potensi Melimpah Dari Geothermal

Hai, sobat Geofisika!

Indonesia merupakan suatu negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Banyak sekali potensi-potensi yang dapat digali lebih dalam lagi di Bumi Pertiwi kita ini. Salah satunya yaitu panas bumi. Negara Indonesia termasuk ke dalam negara yang memiliki potensi panas bumi yang cukup besar di dunia lho. Yuk kita intip lebih jelasnya!

Menyelisik Lebih Dalam : Geopark Kaldera Toba

Kaldera merupakan sebuah kawah vulkanik yang terbentuk akibat adanya proses erupsi yang sangat besar. Erupsi tersebut disertai dengan runtuhnya batuan penyangga ke dalam dapur magma. Batuan penyangga gunung api retak dikarenakan magma yang terus menerus medesak keluar dengan volume yang sangat besar. Hingga pada akhirnya, batuan tersebut runtuh dan menghasilkan kawah vulkanik. Umumnya, kaldera dikelilingi oleh sisi-sisi yang curam.