Akhir-akhir ini ramai menjadi perbincangan mengenai tsunami setinggi 20 meter yang berpotensi menerjang pesisir selatan pulau Jawa. Potensi tsunami ini terjadi akibat adanya gempa yang terjadi pada zona subdusi di bagian selatan Pulau Jawa. Zona subduksi di sebelah selatan Indonesia ini terbentuk dari pertemuan tiga lempeng aktif yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Zona subduksi sendiri merupakan area bertemunya lempeng samudra yang tersusun atas batuan basal dengan densitas tinggi dan lempeng benua yang densitasnya lebih rendah. Kontak antara kedua lempeng merupakan sumber gempa dengan kekuatan yang besar atau seringkali disebut megathrust. [1]

Mekanisme Subduksi

Tercatat gempa-gempa yang pernah terjadi di zona subduksi memiliki magnitudo lebih dari Mw 7,0 bahkan bisa mencapai Mw9,1 dan mengakibatkan tsunami setinggi 10 meter seperti yang pernah terjadi di Tohoku-Oki, Jepang pada tahun 2011.[2][3]

Seperti yang diketahui bahwa gempa terjadi akibat adanya pelepasan energi yang terbentuk selama terjadinya kontak antar dua hingga lebih lempeng di mana kontak ini dapat berupa subduksi, colliding, ataupun sesar. Ketika gempa tersebut terjadi di area perairan maka dapat menimbulkan tsunami yang ketinggiannya bergantung pada besarnya gempa yang terjadi. Seringkali tsunami besar terjadi akibat adanya shallow depth earthquake di mana gempa ini terjadi di kedalaman 0 hingga 70 km di bawah permukaan.[4]

Proses Terjadinya Tsunami

Dikutip dari laman CNN Indonesia, potensi tsunami yang terjadi akibat megathrust di pesisir selatan Indonesia dapat mencapai 20 m. Tsunami dengan tinggi yang besar tersebut dapat terjadi jika 2 segmen megathrust yakni yang berada di selatan Jawa bagian barat dan daerah selatan Jawa bagian timur mengalami gempa secara bersamaan. Untuk lokasi terdampak yakni wilayah yang berdekatan dengan patahan aktif yang meliputi selatan Jawa.[5]

REFERENSI

[1] Sallares, V., & Ranero, C. R. (2019). Shaking up Geophysics: A New Model for Improved Tsunami Prediction. Diakses dari RO Research Outreach : https://researchoutreach.org/articles/shaking-up-geophysics-new-model-improved-tsunami-prediction/

[2] Nishino, T. (2020). Probabilistic analysis of the vulnerability of fire departments to ignitions following megathrust earthquakes in the Nankai Trough subduction zone, Japan. Fire Safety Journal.

[3] Barbot, S. (2019, September 2). Physics of Megathrust Earthquakes: Introduction. Diakses dari https://par.nsf.gov/servlets/purl/10157848

[4] Spence, W., Sipkin, S. A., & Choy, G. L. (1989). Determining the Depth of an Earthquake. Retrieved from USGS: https://www.usgs.gov/natural-hazards/earthquake-hazards/science/determining-depth-earthquake?qt-science_center_objects=0#qt-science_center_objects

[5]CNN Indonesia. (2020, September 30). Cara Aman Hadapi Tsunami Megathrust 20 Meter Selatan Jawa. Diakses dari CNN Indonesia : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200929113533-199-552177/cara-aman-hadapi-tsunami-megathrust-20-meter-selatan-jawa

Categories: Geofisiana