Ingin liburan? Tapi gak hanya sekedar melihat pemandangan saja? Yuk, intip Geofisiana kali ini! Ada rekomendasi tempat wisata sembari belajar lho!

Era New Normal saat ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur sejenak setelah bosan berbulan-bulan karantina di rumah. Salah satu tempat berlibur sekaligus belajar dengan pemandangan yang indah tentu saja menjadi pilihan banyak orang. Geopark atau taman bumi dapat menjadi alternatif pilihan tempat wisata edukasi. Lantas, apa pengertian dan tujuan geopark? Apa syarat suatu tempat dikatakan sebagai geopark? Dan apa peran geosaintis di bidang geowisata?

 

ULASAN

Sumber : travel.tribunnews.com

 

Salah satu situs geowisata pilihan adalah Geopark Gunung Sewu. Pegunungan Sewu ini membentang di tiga wilayah, yaitu Gunungkidul (DIY), Wonogiri (Jawa Tengah), dan Pacitan (Jawa Timur). Situs ini khas dengan wilayah yang gersang. Selain didominasi oleh perbukitan, juga terdapat goa-goa, karst, sungai bawah tanah, air terjun, dan daerah berkontur cekungan. Tidak hanya keindahan alamnya saja yang menjadikan tempat ini sebagai taman bumi tetapi juga terkenal akan wisata budayanya termasuk kerajinan dan kuliner, serta tidak lupa sebagai situs penelitian berbagai aspek ilmu pengetahuan. Meskipun gersang, namun Geopark Gunung Sewu memiliki berbagai keunikan alam, budaya, dan sebagai situs edukasi sehingga disebut juga sebagai geopark yang merupakan salah satu warisan geologi (Geoheritage) dunia dan sudah diakui oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) menjadi salah satu dari Global Geoparks Network (GGN).

Daerah Gunungkidul terkenal memiliki banyak sekali objek geowisata seperti Gunung Api Purba Nglanggeran. Sama halnya dengan Gunungkidul, Wonogiri pun memiliki geowisata yang terkenal, yaitu Waduk Gajah Mungkur dan Goa Putri Kencana. Pacitan sendiri terkenal akan keindahan pantai dan goanya seperti Goa Gong serta masih banyak lagi hingga disebut sebagai Kota Seribu Goa.

 

TUJUAN DAN PENGERTIAN

Ulasan di atas menunjukkan Indonesia memiliki wilayah dengan banyak keragaman di dalamnya yang penting sebagai salah satu warisan dunia, yang kemudian dikelola menjadi geopark. UNESCO memiliki organisasi yang bertujuan mengelola geopark, yaitu Global Geoparks Network (GGN). Tujuan adanya geopark tentu saja untuk menjaga warisan geologi (geoheritage) serta nilai-nilai di dalamnya seperti nilai arkeologi, ekologi, sejarah dan budaya. Oleh karena itu, geopark merupakan suatu wilayah geografi sebagai tempat pelestarian warisan dunia yang berdasarkan pada keragaman geologi (geodiversity), keragaman hayati (biodiversity), serta keragaman budaya (cultural diversity), dimana di dalamnya tidak hanya sebagai tempat konservasi namun juga sebagai sarana ilmu pengetahuan serta pengembangan ekonomi masyarakat sekitar melaui geowisata.

 

DASAR HUKUM GEOPARK

Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark)

 

KRITERIA GEOPARK

Berdasarkan kriteria Guideline and Criteria Geopark (GGN), agar suatu wilayah dapat dikatakan sebagai geopark, harus memenuhi syarat:

  1. Sebagai suatu kawasan yang berisi aneka jenis unsur geologi yang memiliki makna dan fungsi sebagai warisan alam dengan batas yang jelas.
  2. Sebagai sarana pengenalan warisan bumi.
  3. Sebagai kawasan lindung warisan bumi.
  4. Sebagai tempat pengembangan geowisata.
  5. Sebagai sarana kerjasama yang efektif dan efisien dengan masyarakat lokal.
  6. Sebagai tempat implementasi aneka ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 Pasal 12, agar diakui sebagai UNESCO Global Geopark, geopark nasional harus memenuhi syarat:

  1. Telah ditetapkan sebagai geoparknasional minimal 1 tahun.
  2. Pengelola geoparkdalam mengelola geopark menunjukkan upaya melaksanakan rencana induk minimal satu tahun sejak dibentuk.
  3. Menyusun proposal pengusulan untuk menjadiUGGp.
  4. Memenuhi pedoman teknis pengembangan UGGp.
  5. Mendapat rekomendasi pengajuan UGGpdari gubernur.
  6. Mendapat rekomendasi pengajuan UGGpdari Komite Nasional Geopark Indonesia.

 

MACAM-MACAM GEOPARK

Geopark terdiri atas geopark nasional dan geopark global. Geopark nasional adalah wilayah terpadu yang terdepan dalam memberikan perlindungan dan penggunaan warisan geologi dengan cara yang berkelanjutan dan mempromosikan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar, sedangkan geopark global atau UNESCO Global Geopark merupakan kawasan yang memiliki warisan geologi bernilai internasional, dimana warisan tersebut digunakan sebagai modal pembangunan masyarakat setempat secara berkelanjutan berbasis konservasi edukasi dan ekonomi kreatif.

Indonesia memiliki sedikitnya lima belas geopark nasional, namun per Juli 2020 baru 5 geopark nasional yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark. Adapun kelima UNESCO Global Geopark (UGGp) tersebut adalah :

 

  1. Batur UGGp (2012)


Sumber : globalgeopark.org

Gunung Batur merupakan gunung berapi aktif berbentuk strato yang terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Gunung Batur memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh geopark lain, yaitu memiliki dua kaldera dimana di dalam kaldera 1 (lama) terbentuk kaldera 2 (muda). Fenomena kaldera ganda dengan danau vulkanik berbentuk bulan sabit (panjang 7 km, lebar 1,5 km) disebut sebagai kaldera terbaik di dunia. Keunikan geologi daerah vulkanik, flora dan fauna endemik, dan budaya asli yang dimotivasi oleh agama Hindu Bali adalah kombinasi sempurna dari berbagai warisan dunia. Inilah yang menjadikan Gunung Batur sebagai warisan geopark dunia sejak tahun 2012.

 

  1. Gunung Sewu UGGp (2015)


Sumber : travel.tribunnews.com

Gunung Sewu merupakan salah satu kawasan karst berbentuk conical hills yang paling istimewa di Pulau Jawa. Kawasan yang di dominasi batu kapur ini membentang di beberapa kabupaten seperti Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan (Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur). Batu kapur tersebut berumur neogen dan terdiri dari fasies klastik berkapur-tufa (formasi Oyo dan Kepek) serta fasies terumbu (formasi Wonosari). Di wilayah ini masih terdapat aktivitas tektonik sebagai akibat dari letak Gunung Sewu yang berada di depan zona subduksi aktif antara Samudra Hindia, Australia, dan lempeng Eurasia.

 

  1. Ciletuh – Palabuhanratu UGGp(2018)

Sumber : travel.detik.com

Ciletuh – Palabuhanratu UNESCO Global Geopark terletak di Pulau Jawa, di sebelah barat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Geopark ini terletak di perbatasan zona aktif tektonik: zona subduksi antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia, yang terus menyatu sebanyak 4 mm/tahun. Daerah ini ditandai oleh keanekaragaman geologi yang langka yang dapat diklasifikasikan menjadi tiga zona: zona subduksi terangkat batu, lanskap Dataran Tinggi Jampang dan pergeseran zona magmatik kuno dan evolusi busur muka.

 

  1. Rinjani-Lombok UGGp(2018)


Sumber : kwriu.kemdikbud.go.id

Rinjani-Lombok UNESCO Global Geopark terletak di Pulau Lombok, Indonesia. Sebagai bagian dari Kepulauan Sunda Kecil atau Kepulauan Nusa Tenggara, pulau ini terletak di antara Bali dan Selat Lombok di sebelah barat serta Sumbawa dan Selat Alas di sebelah timur. Rinjani-Lombok UNESCO Global Geopark memiliki bentang alam yang kaya dan beragam, tipe hutan mulai dari sabana dan hutan semi-gugur hingga hutan cemara pegunungan rendah dan hutan cemara pegunungan montana tropis. Rinjani saat ini memegang puncak tertinggi di kompleks vulkanik. Kaldera Gunung Api Samalas, diisi dengan kombinasi air meteorik dan hidrotermal, telah membentuk sebuah danau bernama Segara Anak. Di tengah kaldera muncul kerucut gunung berapi muda, Mt. Rombongan dan Mt. Barujari.

 

  1. Kaldera Toba UGGp (2020)


Sumber : kompas.com

Berada di sesar aktif Sumatra, Kaldera Toba di Provinsi Sumatra Utara terbentuk dari ledakan super vulkanik 74.000 tahun lalu. Hasil letusannya memengaruhi iklim dunia dan memusnahkan peradaban Asia Selatan. Kini, dasar kaldera tersebut dipenuhi dengan air sedalam 550 meter seluas 1.130 km persegi dan menjadi danau terbesar di Indonesia. Kaldera Toba menjadi UNESCO Global Geopark terbaru yang diakui dunia pada Juli 2020.

 

Peran geofisikawan di bidang wisata

  1. Membantu pemetaan potensi geowisata suatu daerah.
  2. Membantu melakukan analisis SWOT pada suatu kawasan geowisata.
  3. Membantu pengelolaan kawasan geowisata, khususnya pengadaan air bersih dengan menggunakan metode geofisika.

 

 

Referensi

Azanella, Luthfia Ayu. 2020. Kaldera Toba Ditetapkan Jadi UNESCO Global Park. [daring] Diambil dari: <https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/08/141812465/kaldera-toba-ditetapkan-jadi-unesco-global-geopark?page=all> [Diakses pada 11 Agustus 2020]

Global Geopark Network. n.d. Batur Global Geopark. [daring] Diambil dari: <http://www.globalgeopark.org/aboutGGN/list/Indonesia/6802.htm> [Diakses pada 11 Agustus 2020]

Gunungsewugeopark.org. n.d. Gunungsewu Geopark. [daring] Diambil dari: <http://gunungsewugeopark.org/D-b0f7a880aba4f65488618bd2c09c16e0-NR-100-0-INA.html> [Diakses pada 6 Agustus 2020].

Jogloabang.com. 2019. Perpres 9 Tahun 2019 Tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark) | Jogloabang. [daring] Diambil dari: <https://www.jogloabang.com/wisata/perpres-9-2019-pengembangan-taman-bumi-geopark> [Diakses pada 6 Agustus 2020].

KWRI UNESCO. 2018. Gunung Rinjani akan Terdaftar sebagai Global Geopark UNESCO Tahun Ini. [daring] Diambil dari: <https://kwriu.kemdikbud.go.id/berita/gunung-rinjani-akan-terdaftar-sebagai-global-geopark-unesco-tahun-ini/> [Diakses pada 10 Agustus 2020].

Ragamwisata.com. n.d. Gunung Sewu Geopark, Taman Bumi Istimewa | Ragamwisata. [daring] Diambil dari: <https://ragamwisata.com/gunung-sewu/> [Diakses pada 6 Agustus 2020].

Santoso, Arif Setyabudi. 2019. Pesona Geopark Gunung Sewu, Tempat Wisata di Gunungkidul yang Diakui UNESCO. [daring] Diambil dari: <https://travel.tribunnews.com/2019/10/25/pesona-geopark-gunung-sewu-tempat-wisata-di-gunungkidul-yang-diakui-unesco> [Diakses pada 11 Agustus 2020]

UNESCO. 2020. List of UNESCO Global Geoparks (UGGp). [daring]. Diambil dari: <http://www.unesco.org/new/en/natural-sciences/environment/earth-sciences/unesco-global-geoparks/list-of-unesco-global-geoparks/> [Diakses pada 5 Agustus 2020]

Yunita, Niken Widya. 2019. 10 Tempat Wisata di Geopark Ciletuh, Surga Tersembunyi di Sukabumi. [daring] Diambil dari: <https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4547725/10-tempat-wisata-di-geopark-ciletuh-surga-tersembunyi-di-sukabumi> [Diakses pada 11 Agustus 2020]

 

Categories: Geofisiana