18 Mei 2014, hingga 24-27 Mei 2014  lalu, Himpunan Mahasiswa Geofisika (HMGF) UGM mengadakan Geophysics Expedition (GE) 2014 dengan tema “Identifikasi Struktur Geologi di Daerah Berpotensi Gempa Desa Segoroyoso, Pleret, Bantul”. Acara ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa S1 saja, tapi juga untuk mahasiswa S2 Geofisika UGM.

Rangkaian acara diawali dari Sesi Kelas yang dilaksanakan di ruang kelas Laboratorium Fisika Dasar Gedung Jurusan Fisika FMIPA UGM, pada pukul 08.00 WIB. Sesi Kelas bertujuan untuk meningkatkan skill dan pengetahuan mahasiswa Geofisika UGM dalam hal akuisisi dan pemrosesan data di lapangan. Segmen ini dipandu oleh Kadya Kirana (Geofisika 2011) dan Andri Atanova (Geofisika 2012),  dan diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Geophysics Expedition 2014, Dicka Alan Koespinadi; Ketua HMGF UGM, Alfian Romadhoni; dan juga perwakilan dosen Geofisika UGM, Afif Rakhman, S.Si, M.T. Sesi Kelas ini berlangsung dengan suasana yang kondusif dan penuh dengan antusiasme dari para peserta. Dipandu oleh Hanif Ibadurrahman (Teknik Geologi UPN 2008), Sesi Kelas yang merupakan bekal bagi sesi berikutnya ini membahas geologi regional dari daerah survei GE 2014, yaitu di Desa Segoroyoso, Bantul. Selain itu, diperkenalkan pula instrumentasi dari metode-metode geofisika yang akan digunakan selama Sesi Lapangan. Di akhir Sesi Kelas, diadakan pula simulasi penggunaan alat yang akan digunakan.

kelas

Pemberian Materi Geologi Regional Desa Segoroyoso, Bantul

Sesi lapangan GE 2014  berlangsung pada tanggal 24 – 27 Mei 2014 di Desa Segoroyoso, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Para peserta telah dibagi ke dalam beberapa tim, di mana masing-masing tim melakukan akuisisi data di lapangan menggunakan metode yang berbeda-beda. Terdapat delapan tim yang menggunakan enam metode yang berbeda, yaitu tim Audio Magneto Tellurik (AMT), tim Magnetik, tim Gravity, tim Vertical Electronical Sounding (VES) atau Geolistrik, tim Mikroseismik, dan tim Very Low Frequency (VLF). Selain bertujuan untuk memetakan struktur geologi di daerah survei, terdapat beberapa metode yang bertujuan untuk memetakan akuifer air tanah daerah survey, maupun tingkat kerentanan tanah terhadap gempa.

foto_bersama

Foto Bersama Tim Geolistrik VES

Selama sesi lapangan, peserta ditugaskan untuk  mengakuisisi, mengolah, menginterpretasi, dan mempresentasikan hasil dari data yang diperoleh di lapangan. Peserta melakukan pengambilan data di lapangan selama delapan jam, dari pagi hingga sore hari, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan data. Pengolahan data dilakukan menggunakan software yang berbeda-beda untuk masing-masing metode. Data yang telah diolah kemudian diinterpretasi untuk selanjutnya dipresentasikan di hadapan dosen dan perwakilan alumni Geofisika UGM. Selama tiga hari dua malam, peserta dituntut untuk dapat menyelesaikan target yang telah dibuat. Di hari terakhir Sesi Lapangan GE, peserta mempresentasikan hasil akhir dari survei yang telah mereka lakukan selama tiga hari.

presentasifix

Presentasi Tim VLF

GE 2014 berakhir pada hari Selasa, 27 Mei 2014 pada pukul 18.00. Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada Mayang Bunga Puspita selaku perwakilan pihak dosen dan alumni Geofisika UGM—serta Bapak Mardiyono selaku Kepala Bagian Pelayanan Balai Desa Segoroyoso. Pukul 19.00, para peserta dan panitia meninggalkan Desa Segoroyoso dan kembali menuju Yogyakarta.

Dina Sari Handayani | GF 12

Leave a comment

Your email address will not be published.