Dwiky Perdana Susanto (Geofisika 2010) : dari Jakarta, Kuala Lumpur, hingga Amerika Serikat bersama Geofisika

Assalamu’alaikum.

Saya Dwiky Perdana Susanto, mahasiswa asal Kandangan, Kalimantan Selatan—sebuah kota yang (sangat) kecil di salah satu kabupaten yang banyak rawanya di Kalsel. Tapi, saya sendiri adalah campuran dari Ngawi-Banjar  alias Jawa-Kalimantan. Jadi kalau ada yang menanyakan asal saya, maka jawaban saya akan selalu tergantung dari si penanya, apakah mau ditanya dari Bapak atau Ibu. Saya mahasiswa Geofisika UGM angkatan 2010, yang sekarang masih berusaha mewujudkan cita-cita besar untuk kemaslahatan orang tua, pribadi, dan orang sekitar. 

Oke karena kolomnya terbatas, langsung saja ke topik terkait berbagi pengalaman. Mmmmm, sebenarnya kalau boleh jujur semua pengalaman yang saya dapat itu hanya karena “beruntung mau berusaha”. Sederhananya, berusaha maksimal tetapi sambil berharap bisa beruntung.

Pengalaman-pengalaman yang sejauh ini, Alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk merasakannya. Antara lain:

1.  Ketua Orientasi Pengenalan Medan Geofisika (OPMG) 2011

Ini adalah pengalaman paling tak terlupakan, di sinilah saya pertama kali ditempa sebagai anak kuliah. Pengalaman mengkoordinir acara inilah yang kemudian menjadi pintu untuk saya untuk terus menjelajahi dan mengembangkan diri.

Merasakan tekanan dan berbagai macam masalah di dalam pelaksanaan kegiatan ini kemudian membuat saya belajar banyak hal. Meski di SMA pernah menjadi ketua OSIS, tetapi untuk yang kali ini agak berbeda karena “yaaa begitula”. Tetapi saya benar-benar bersyukur bisa belajar banyak dari sini. VIVA OPMG!!!!

2.  Undangan untuk presentasi poster dalam acara “The 2nd International Conference on Sustainable Future for Human Security (SUSTAIN) 2011” di Kyoto, Jepang

Meskipun saya berhalangan menghadiri acara tersebut karena waktu yang bertepatan dengan OPMG; serta sumber dana yang terbatas, ditambah lagi dengan waktu persiapan yang tidak mencukupi. Dari kejadian tersebut, ada hal yang menjadi pelajaran bagi saya, bahwa idealnya adalah kita seharusnya menyelesaikan extended abstract, full paper, atau manuscript terlebih dahulu untuk dikirim (meskipun akhirnya kita tidak bisa datang), tetapi saya akui dalam hal ini saya lalai karena sampai tenggat waktu saya belum berhasil menyelesaikan full poster. Saya akui ini adalah tindakan tidak professional saya yang tidak ingin saya ulangi di kemudian hari.

Dalam tulisan ini, saya ingin mengucapkan terimakasih banyak kepada Mas Feisal Dirgantara (GF 2004) yang telah membantu dan membimbing saya dalam mengerjakan abstrak sehingga bisa mendapat kesempatan untuk diundang datang pada acara ini.

3.  Schlumberger Vacation Trainee (2012)

VT postTim Vacation Trainee yang ditempatkan di kantor pusat Schlumberger di Sentra Mulia, Kuningan

Saya ditempatkan di bagian Processing Unit dari Schlumberger atau mungkin bagi yang sudah kenal disebut WesternGeco. Di sana, saya yang notabene waktu itu masih planga-plongo soal seismik kemudian mendapatkan kesempatan yang besar sekali untuk menggali mengenai seismik dan juga lingkungan kerja di Schlumberger. Selama hampir satu bulan, saya bekerja di depan monitor untuk mengerjakan processing data seismik. Meski masih banyak kebingungan, saya bersyukur bisa mendapatkan banyak sekali pelajaran dari pengalaman yang satu ini. Apalagi di kantor saya banyak sekali mendapatkan bantuan dari banyak senior Geofisika UGM, seperti Mas Haryo, Mbak Anas, Mbak Yonna, Mbak Dhita, Mbak Widya, Mas Indra, dan lain-lain.

4.  Society of Petroleum Engineers (SPE) Java Indonesia Section Scholarship Recipient (2012)

Well, tidak dipungkiri bahwa mahasiswa tentunya akan berusaha untuk meringankan beban orang tua. Dan inilah yang juga terus saya cari-cari, karena saya tidak mau terlalu membebani orang tua, sementara saya belum bisa memberi banyak untuk mereka. Oleh karena itu, saya mencoba untuk mendaftar di beasiswa SPE.

Sebenarnya yang menarik dari beasiswa ini adalah karena target penerimanya terbatas, ditambah proses seleksi yang lumayan ketat. Dua di antara persyaratan pengajuan beasiswa ini adalah pengumpulan esai dan wawancara dengan pengurus SPE Java yang langsung datang ke Yogyakarta. Tetapi, melalui berbagai usaha, Alhamdulillah saya bisa menjadi bagian dari beberapa mahasiswa peraih beasiswa ini di Pulau Jawa. Dana yang saya peroleh tentunya sangat membantu saya dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan, terutama untuk kegiatan lapangan Geofisika yang terkadang memerlukan biaya lebih.

5.  Peringkat 2 Student Smart Competition (Cerdas Cermat Mahasiswa) dalam Oil & Gas Intellectual Parade (OGIP) 2013

OGIP postMeraih Peringkat 2 dalam Student Smart Competition dalam Oil & Gas Intellectual Parade (OGIP) 2013

Nah! Kalau yang ini adalah lomba pertama saya bersama SPE UGM SC, dan tak tanggung-tanggung karena pesertanya bukan hanya dari Indonesia. Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari SPE UGM dan mengikuti lomba ini. Melalui berbagai macam pelatihan yang cukup intensif yang langsung dikontrol oleh Mas Dwi Kurniawan Said (Teknik Geologi 2008) yang pada saat itu masih menjabat sebagai President SPE UGM SC, Alhamdulillah, saya beserta Dody (Teknik Geologi 2010), dan Dimas (Teknik Geologi 2010), berhasil mempersembahkan medali perak kepada SPE UGM SC dan membawa nama baik UGM. Ini merupakan pengalaman kompetisi pertama yang takkan pernah saya lupakan.

6.  Student Volunteer dalam Indonesian Petroleum Association (IPA) CONVEX ke-37 di Jakarta (2013)

943741_123544704515812_1727865142_nMenjadi Student Volunteer dalam Indonesian Petroleum Association (IPA) CONVEX ke-37 di Jakarta (2013)

Untuk Student Volunteer atau yang lebih “gaul” dikenal sebagai SV ini merupakan kesempatan emas yang alhamdulillah saya diberikan kesempatan mencicipinya. Saya menjadi bagian dari hampir 30 orang yang direkrut untuk menjadi bagian dari acara ini. Tugas saya sebenarnya lebih pada mengkoordinasikan dan membantu agar keseluruhan acara berjalan dengan lancar karena ini merupakan acara internasional yang membawa nama baik IPA sebagai salah satu organisasi perminyakan Indonesia. Proses seleksi awalnya sebenarnya sederhana dan tidak ribet karena yang penting adalah kita mengisi formulir pendaftaran dan membuat essay serta mempersiapkan CV. Tetapi, seleksi lanjutan yang saya alami dan juga merupakan pengalaman pertama adalah wawancara melalui telefon. Pesan saya, bagi teman-teman yang mendaftar sebagai SV tahun ini, jika ada telpon dari nomor tak dikenal dan nomor itu ‘terduga dari Jakarta’, maka jangan sampai tidak diangkat, karena bisa saja itu adalah telephone interview untuk teman-teman. Kalau tidak keangkat juga, usahakan secepat mungkin untuk menelpon balik.

 7.  Travel Grant Recipient untuk Student Leadership Symposium oleh Chevron-SEG Foundation di Amerika Serikat (2013)

SLSStudent Leadership Symposium Pada Hari Pertama

Saya juga bersyukur bisa menjadi bagian dari SEG (Society of Exploration Geophysicists) UGM SC dan memberikan berbagai pemikiran dan semua inovasi yang mungkin saya bisa berikan. Untuk acara ini sendiri sebenarnya adalah acara yang diadakan oleh SEG Foundation yang bekerja sama dengan Chevron untuk menjaring bibit-bibit pemimpin dalam industri Geofisika. Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan ini untuk mewakili SEG UGM SC dalam forum internasional. Dengan mengucap syukur, saya bangga mewakili SEG UGM SC untuk menerima predikat sebagai SEG Summit Level Student Chapter yang merupakan level tertinggi di SEG International untuk SEG Chapter. Dan saya juga bersyukur karena UGM merupakan 1 dari hanya 18 SC yang berada di level ini pada tahun 2013, dan UGM merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia. Semoga tahun 2014 ini peringkat kita bisa lebih baik lagi. Aamiin!

Summit LevelSEG Summit Student Chapter

8.  Peringkat 2 dalam Petrobowl Asia Pasifik dalam acara Asia Pacific Oil & Gas Conference and Exhibition (APOGCE) 2013 oleh SPE Asia Pasifik dan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI)

APOGCEPemenang dalam APOGCE Petrobowl 2013

Ini adalah lomba cerdas cermat yang saya ikuti mewakili SPE UGM SC lagi. Namun, kali ini peserta yang mengikuti acara ini lebih besar dibandingkan OGIP. Peserta datang dari 5 negara di Asia Pasifik (Indonesia, Malaysia, Thailand, Fillipina, dan China).

Dan… Alhamdulillah! Saya bersama Dody (Teknik Geologi 2010) dan Hada (Teknik Geologi 2010) berhasil membawa nama baik UGM dan mempersembahkan peringkat kedua dalam acara ini. Tetapi, kalau boleh jujur, persiapan yang saya lakukan untuk lomba ini tergolong lama sekali. Bahkan, masa KKN pun saya gunakan untuk mempersiapkan lomba ini. Tetapi Alhamdulillah, dengan sedikit keberuntungan, kami bisa memberikan yang terbaik

9.  Peserta dalam SPE Petrobowl Asia Pacific Qualifier 2014 di Kuala Lumpur

KLFoto Bersama Perwakilan HMGF di Sirkuit Sepang, Malaysia

Ini adalah lomba cerdas-cermat yang baru saja selesai saya ikuti di bulan Maret 2014 ini. Namun dalam lomba kali ini, saya dan teman-teman dari tim SPE UGM SC masih belum beruntung untuk bisa membawa pulang predikat. Tetapi, di balik semua itu, saya bersyukur bisa mendapatkan banyak pengalaman, relasi, dan ilmu pengetahuan dari acara ini. Semoga tahun depan SPE UGM SC bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.

Oh iya, tidak lupa saya ingin mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Mas Fasih Khazainullah (Geofisika 2002) yang telah membantu saya dan teman-teman dari SPE UGM SC selama di Kuala Lumpur. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya karena telah banyak merepotkan selama di Kuala Lumpur. Sekali lagi, terimakasih banyak atas kebaikan Mas Fasih. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan yang berlipat ganda, aamiin!

10.  Dan Lain-Lain

Melalui tulisan ini, saya tidak bermaksud apapun. Saya hanya ingin menyampaikan kepada teman-teman semua bahwa dalam pemikiran saya, kuliah itu tidak hanya sekedar mendapatkan nilai A,B,C,D,E  dan IPK bagus, meskipun saya pun kalau mendapatkan nilai jelek kadang stres sendiri. Tetapi di balik semua itu, kita harus bisa mencari hal lain yang bisa membuat kita tetap berada pada jalur dimana kita setidaknya masih bisa mencapai cita-cita kita, di mana tidak hanya harus mengandalkan IPK. Saya tidak menyangkal bahwa IPK bagus memang penting, buktinya saya sendiri masih mengulang untuk memperbaiki nilai beberapa mata kuliah. Tetapi, di luar sana masih banyak hal yang mungkin bisa membuat diri kita merasakan hal yang sangat kita inginkan dan tak bisa didapatkan di dalam kelas.

Jujur sebagai contoh, untuk mengikuti APOGCE, saya harus merelakan satu ujian saya “lewat” dan dapat nilai D untuk salah satu mata kuliah. Tetapi, seperti kata pepatah, “hidup adalah pilihan”. Saat kita sudah memilih maka kita tidak boleh menyesal dan kita harus berusaha membuat pilihan tersebut adalah pilihan terbaik tanpa berfikir akan menyesalinya.

Saya masih ingat salah satu kutipan dari senior Geofisika 2007, “Kuliah itu sebenarnya lebih banyak menempa kepribadian, bukan hanya otak”

Nah, sebenarnya pengalaman-pengalaman yang saya dapatkan di atas tentu dan pasti bisa didapatkan oleh teman-teman Geofisika UGM, dan saya yakin teman-teman bisa lebih dari itu. Melihat potensi yang ada di masa sekarang, kesempatan telah banyak terbuka lebar dan tinggal kita sendiri apakah mau mengambil kesempatan tersebut atau tidak. Tetapi ingat, jangan sampai kita menjadi orang yang tamak, ingin mendapatkan semuanya, namun tidak memberikan kesempatan untuk teman-teman lain untuk berkesempatan menempuh prestasi. Ingat, sukses sendirian tidak akan membuat Anda bahagia sementara teman anda masih luntang-luntung ke sana ke mari.

Pesan kedua saya, jangan hanya terpaku mencari ilmu di kelas, sehingga melupakan kesempatan untuk mengembangkan diri alias memperoleh soft skill. Dengan mengikuti soft skill dan keikutsertaan kita di berbagai macam organisasi atau perkumpulan, kita bisa belajar banyak sekali hal, walaupun kadang tidak harus selalu terkait dengan bidang studi kita. Kita tidak perlu membatasi diri dengan hanya belajar mengenai bidang studi kita sendiri. Dengan mempelajari banyak hal, ketika kita diajak mengobrol oleh seseorang dengan disiplin ilmu berbeda, kita bisa lebih memahami apa yang mereka bicarakan. Selain mendapatkan ilmu, kita juga bisa memperoleh jalan yang sangat besar untuk mendapatkan ‘koneksi’. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan, apa pun itu.

Di akhir cerita ini, saya ingin mengucapkan terimakasih banyak atas kesempatan yang telah diberikan untuk menceritakan pengalaman yang telah saya dapatkan selama ini. Semoga bisa bermanfaat. Kemudian, saya ingin mengucapkan terimakasih banyak untuk semua pihak yang telah memberikan saya kesempatan untuk mencicipi pengalaman tersebut. Terimakasih banyak untuk teman-teman Geofisika UGM 2010 khususnya, dan Geofisika UGM umumnya; HMGF-ku tersayang; SPE UGM SC; dan SEG UGM SC. Tak bisa saya ungkapkan berapa banyak terimakasih yang ingin saya ucapkan, kalian semua hebat!!

Salah satu prinsip yang juga masih saya pegang adalah, kita tidak “mutlak” dan “harus” keluar dari zona nyaman untuk bisa mendapatkan banyak hal yang kita inginkan, karena pada faktanya saat kita berada di zona nyaman itu justru kita lebih semangat dan bergairah untuk mengejar mimpi-mimpi kita. Meskipun tidak bisa dipungkiri kalau kita kadang memang perlu keluar, tetapi jangan lupa untuk kembali ke dalam zona ini agar kita dapat terus bersemangat.

Jika ada pertanyaan atau ada yang ingin berdiskusi, silahkan menghubungi saya melalui email (dwiky.geophysicist@gmail.com), Twitter (DwikyPS), Facebook (Dwiky Perdana Susanto).

 Terimakasih, Wassalamu’alaikum.

Dwiky Perdana Susanto | Geofisika 2010

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*